Kamis, 09 Agustus 2012

Stasiun Depok - /ENGKU SYNTAL

                  Stasiun Depok

menjelang menjenguk memeluk kenang
kantor telegram tempat biasa kita mengirim kerinduan
semua ikrar terkirim singkat sepadat hati yang menggebu
dan bunga kamboja yang berserakan 
di tepi jalan
selalunya kupungut dengan rengut iba
di putihnya yang menguning
harummu menari di jantungku
hingga jerit lantang kereta sayur menegur

aku harus segera kabur
kampung Depok bisa membuat perampok terpojok
dan segera seribu langkah sejuta kenang
bergayut kerinduan terbawa dalam pelarian

emas di genggaman dari jatinegara
segera menuju bogor terus ke sukabumi
lalu nyanyian cinta di bawah bayang desing pelor
memacuku memuja keliaran pinggiran pasundan

sudahkah engkau membaca telegram buram itu ?
di peron ini aku menanti jawabmu
walau mesti berkubur dengan ratusan pelor

kerling sudut mata dan senyum sumringahmu
masih dalam kepalan jantungku
yang tak jua berhenti berdetak

dan

kantor telegram itu
sekarang tak lagi menunggu

kemana lagi harus kuantar
bisik diri yang mencari belahan
sedang belantara kota depok dan sesaknya SMS
jawabmu tak jua tiba
di kantor telegram dekat setasiun depok lama
aku masih menanti kabar rindu darimu

3 komentar:

  1. semoga kuncup menjadi bunga:
    WANGI HIDUP BERKETULUSAN..

    BalasHapus
  2. Aku mau join dh Habib bikin slide puisi ( atau entah apa namanya), bikin album ( juga entah apa istilahnya) dg format ( kira-kira) spt itu. Entah untuk apa, mungkin sekedar bukti simpul pertemanan, juga entah untuk apa. . Ada masukankah yang dapat menjadikannya lebih berguna untuk entah apa..?

    BalasHapus

Berbagi hal yang positif, apapun bentuknya, adalah amal sholeh. Semoga ALLAH membalasnya. Amin.