Depok Kampung ke dua
(menjelang remaja)
jakarta mengamuk
gajah besi menanduk
rumah separuh tembok ambruk
nasib makin terpuruk
usai mimpi buruk
hari masih buta
saat keadaan mengusir tanpa iba
"tinggalkan jakarta sekarang !"
hardik tu masih mengguntur di rimba hati
dendam berkelahi dengan gontai diri
tertarung di pertikaian untung
sepanjang jalan berliku
juli 1976, hari, tanggal dan waktu semua tercecer di perjalanan
cikoko, tugu pancoran, duren tiga, pasar minggu, lenteng agung, pondok cina
keluh kecut menyemangati pergolakkan
"awas kau jakarta, aku pasti kembali !"
Rumah rumah separuh jadi menanti
semua peluh segenap dendam meneduh di dalamnya
depok 1, durian IV/7
ranjang besi tua, lemari jati pusaka, peti besi berkarat, tv grundig
dan
gledek telah mematikan saklar listrik
lampu padam
sekam berapi dalam dada
hujanpun tak padamkannya
sunyi hari pertama usai pengusiran
kesempatan mengasah dendam mengasuh diri
kanak kanak, sungai irigasi, sepeda dan sepak bola
canda tak berkseduhan di pinggir kota yang beringas
bunda berkawin pena, aku berayah bulan
depok - jakarta
aku mencuri ilmu, bersembunyi di tumpukan buku di dalam pustaka
jangan tanya lagi tentang kemarin
luka ini belum mengering
derak gigi masih menahan ngilunya amarah
"jakarta biadab !"
pisaumu masih di jantungku
......................................................................
Kamis, 09 Agustus 2012
Stasiun Depok - /ENGKU SYNTAL
Stasiun Depok
menjelang menjenguk memeluk kenang
kantor telegram tempat biasa kita mengirim kerinduan
semua ikrar terkirim singkat sepadat hati yang menggebu
dan bunga kamboja yang berserakan
menjelang menjenguk memeluk kenang
kantor telegram tempat biasa kita mengirim kerinduan
semua ikrar terkirim singkat sepadat hati yang menggebu
dan bunga kamboja yang berserakan
di tepi jalan
selalunya kupungut dengan rengut iba
di putihnya yang menguning
harummu menari di jantungku
hingga jerit lantang kereta sayur menegur
aku harus segera kabur
kampung Depok bisa membuat perampok terpojok
dan segera seribu langkah sejuta kenang
bergayut kerinduan terbawa dalam pelarian
emas di genggaman dari jatinegara
segera menuju bogor terus ke sukabumi
lalu nyanyian cinta di bawah bayang desing pelor
memacuku memuja keliaran pinggiran pasundan
sudahkah engkau membaca telegram buram itu ?
di peron ini aku menanti jawabmu
walau mesti berkubur dengan ratusan pelor
kerling sudut mata dan senyum sumringahmu
masih dalam kepalan jantungku
yang tak jua berhenti berdetak
dan
kantor telegram itu
sekarang tak lagi menunggu
kemana lagi harus kuantar
bisik diri yang mencari belahan
sedang belantara kota depok dan sesaknya SMS
jawabmu tak jua tiba
di kantor telegram dekat setasiun depok lama
aku masih menanti kabar rindu darimu
selalunya kupungut dengan rengut iba
di putihnya yang menguning
harummu menari di jantungku
hingga jerit lantang kereta sayur menegur
aku harus segera kabur
kampung Depok bisa membuat perampok terpojok
dan segera seribu langkah sejuta kenang
bergayut kerinduan terbawa dalam pelarian
emas di genggaman dari jatinegara
segera menuju bogor terus ke sukabumi
lalu nyanyian cinta di bawah bayang desing pelor
memacuku memuja keliaran pinggiran pasundan
sudahkah engkau membaca telegram buram itu ?
di peron ini aku menanti jawabmu
walau mesti berkubur dengan ratusan pelor
kerling sudut mata dan senyum sumringahmu
masih dalam kepalan jantungku
yang tak jua berhenti berdetak
dan
kantor telegram itu
sekarang tak lagi menunggu
kemana lagi harus kuantar
bisik diri yang mencari belahan
sedang belantara kota depok dan sesaknya SMS
jawabmu tak jua tiba
di kantor telegram dekat setasiun depok lama
aku masih menanti kabar rindu darimu
Seni
Estetika
Estetika secara sederhana adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.
Etimologi
Estetika berasal dari Bahasa Yunani, a?s??t???, dibaca aisthetike. Pertama kali digunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk pengertian ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan.
Pada masa kini estetika bisa berarti tiga hal, yaitu:
1. Studi mengenai fenomena estetis
2. Studi mengenai fenomena persepsi
3. Studi mengenai seni sebagai hasil pengalaman estetis
Penilaian keindahan
Meskipun awalnya sesuatu yang indah dinilai dari aspek teknis dalam membentuk suatu karya, namun perubahan pola pikir dalam masyarakat akan turut mempengaruhi penilaian terhadap keindahan. Misalnya pada masa romantisme di Perancis, keindahan berarti kemampuan menyajikan sebuah keagungan. Pada masa realisme, keindahan berarti kemampuan menyajikan sesuatu dalam keadaan apa adanya. Pada masa maraknya de Stijl di Belanda, keindahan berarti kemampuan mengkomposisikan warna dan ruang dan kemampuan mengabstraksi benda.
Konsep the beauty and the ugly
Perkembangan lebih lanjut menyadarkan bahwa keindahan tidak selalu memiliki rumusan tertentu. Ia berkembang sesuai penerimaan masyarakat terhadap ide yang dimunculkan oleh pembuat karya. Karena itulah selalu dikenal dua hal dalam penilaian keindahan, yaitu the beauty, suatu karya yang memang diakui banyak pihak memenuhi standar keindahan dan the ugly, suatu karya yang sama sekali tidak memenuhi standar keindahan dan oleh masyarakat banyak biasanya dinilai buruk, namun jika dipandang dari banyak hal ternyata memperlihatkan keindahan.
Sejarah penilaian keindahan
Keindahan seharusnya sudah dinilai begitu karya seni pertama kali dibuat. Namun rumusan keindahan pertama kali yang terdokumentasi adalah oleh filsuf Plato yang menentukan keindahan dari proporsi, keharmonisan, dan kesatuan. Sementara Aristoteles menilai keindahan datang dari aturan-aturan, kesimetrisan, dan keberadaan.
Estetika secara sederhana adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.
Etimologi
Estetika berasal dari Bahasa Yunani, a?s??t???, dibaca aisthetike. Pertama kali digunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk pengertian ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan.
Pada masa kini estetika bisa berarti tiga hal, yaitu:
1. Studi mengenai fenomena estetis
2. Studi mengenai fenomena persepsi
3. Studi mengenai seni sebagai hasil pengalaman estetis
Penilaian keindahan
Meskipun awalnya sesuatu yang indah dinilai dari aspek teknis dalam membentuk suatu karya, namun perubahan pola pikir dalam masyarakat akan turut mempengaruhi penilaian terhadap keindahan. Misalnya pada masa romantisme di Perancis, keindahan berarti kemampuan menyajikan sebuah keagungan. Pada masa realisme, keindahan berarti kemampuan menyajikan sesuatu dalam keadaan apa adanya. Pada masa maraknya de Stijl di Belanda, keindahan berarti kemampuan mengkomposisikan warna dan ruang dan kemampuan mengabstraksi benda.
Konsep the beauty and the ugly
Perkembangan lebih lanjut menyadarkan bahwa keindahan tidak selalu memiliki rumusan tertentu. Ia berkembang sesuai penerimaan masyarakat terhadap ide yang dimunculkan oleh pembuat karya. Karena itulah selalu dikenal dua hal dalam penilaian keindahan, yaitu the beauty, suatu karya yang memang diakui banyak pihak memenuhi standar keindahan dan the ugly, suatu karya yang sama sekali tidak memenuhi standar keindahan dan oleh masyarakat banyak biasanya dinilai buruk, namun jika dipandang dari banyak hal ternyata memperlihatkan keindahan.
Sejarah penilaian keindahan
Keindahan seharusnya sudah dinilai begitu karya seni pertama kali dibuat. Namun rumusan keindahan pertama kali yang terdokumentasi adalah oleh filsuf Plato yang menentukan keindahan dari proporsi, keharmonisan, dan kesatuan. Sementara Aristoteles menilai keindahan datang dari aturan-aturan, kesimetrisan, dan keberadaan.
Pondok Cina ( Engku Syintal)
Pondok Cina
masih tertinggal busuk getah karet dan bayangan bocah berebut bebijiannya mengadu bersikuat biji,
masih tertinggal busuk getah karet dan bayangan bocah berebut bebijiannya mengadu bersikuat biji,
himpit menghimpit menekaknya dengan telapak tangan
terkadang raung kereta langsam menggoda mereka
untuk segera meletakkan paku panjang enam, tepat di atas rel,tempat roda baja melintas melindas, mengubah paku menjadi pisau kecil.
diacungkannya belati kecil dengan genggam seadanya dan kepal tawa meneriakkan "MERDEKA !"
terkadang raung kereta langsam menggoda mereka
untuk segera meletakkan paku panjang enam, tepat di atas rel,tempat roda baja melintas melindas, mengubah paku menjadi pisau kecil.
diacungkannya belati kecil dengan genggam seadanya dan kepal tawa meneriakkan "MERDEKA !"
semilir langkisau mendendangkan tentang Jakarta "keparat"
gusur menggusur melebarkan jalan setapak yang menyempitkan hunian gedek berlantai tanah
gusur menggusur melebarkan jalan setapak yang menyempitkan hunian gedek berlantai tanah
tak lagi disentri, borok dan bisul yang setia mengistirahatkan bocah beringus hijau
tak ada lagi gohok, kesemek, kecapi, buni dan jamblang pengantar vitamin c penyembuh koreng, bisul, mencret, juga pelepas dahaga saat berteduh di rimbunnya pohon karet
tak ada lagi gohok, kesemek, kecapi, buni dan jamblang pengantar vitamin c penyembuh koreng, bisul, mencret, juga pelepas dahaga saat berteduh di rimbunnya pohon karet
bocah kehilangan teman, ayah kehilangan rumah,
gerombolan batu, pasir, semen, dan baja, telah mengurung keakraban
jangan pernah tanya lagi dimana pedagang timus, rujak bebek, gulali dan cincau
jangan pernah tanya lagi dimana pedagang timus, rujak bebek, gulali dan cincau
tangis bocah pitak berebut kebembem pun lenyap
....
....
"Mami, jangan lupa bawai kentaki ya,,, papi beliin burger dong ama pantanya"
tukar panggilan emak dan babah, enyak dan babeh, dengan mami, mama, papi, papa
"engkong udah pada modar. udah kagak ada lagi bocah begelut di langgar seudahan ngaji.
'pan wak aji dah mati "
pondok cina gedong belanda
orang depok udah kagak ada
dan kampus telah berhasil mengusir atik dan memed
persis kayak kumpeni minta tanah
orang depok udah kagak ada
dan kampus telah berhasil mengusir atik dan memed
persis kayak kumpeni minta tanah
___________________________________________________________
Langganan:
Postingan (Atom)