Depok Kampung ke dua
(menjelang remaja)
jakarta mengamuk
gajah besi menanduk
rumah separuh tembok ambruk
nasib makin terpuruk
usai mimpi buruk
hari masih buta
saat keadaan mengusir tanpa iba
"tinggalkan jakarta sekarang !"
hardik tu masih mengguntur di rimba hati
dendam berkelahi dengan gontai diri
tertarung di pertikaian untung
sepanjang jalan berliku
juli 1976, hari, tanggal dan waktu semua tercecer di perjalanan
cikoko, tugu pancoran, duren tiga, pasar minggu, lenteng agung, pondok cina
keluh kecut menyemangati pergolakkan
"awas kau jakarta, aku pasti kembali !"
Rumah rumah separuh jadi menanti
semua peluh segenap dendam meneduh di dalamnya
depok 1, durian IV/7
ranjang besi tua, lemari jati pusaka, peti besi berkarat, tv grundig
dan
gledek telah mematikan saklar listrik
lampu padam
sekam berapi dalam dada
hujanpun tak padamkannya
sunyi hari pertama usai pengusiran
kesempatan mengasah dendam mengasuh diri
kanak kanak, sungai irigasi, sepeda dan sepak bola
canda tak berkseduhan di pinggir kota yang beringas
bunda berkawin pena, aku berayah bulan
depok - jakarta
aku mencuri ilmu, bersembunyi di tumpukan buku di dalam pustaka
jangan tanya lagi tentang kemarin
luka ini belum mengering
derak gigi masih menahan ngilunya amarah
"jakarta biadab !"
pisaumu masih di jantungku
......................................................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berbagi hal yang positif, apapun bentuknya, adalah amal sholeh. Semoga ALLAH membalasnya. Amin.